Sabtu, 27 November 2010

Jangan mulai dengan TANYA

Malam kian kelam, udara pun semakin dingin. Namun mata ini tak kunjung mengajakku menikmati indahnya kegelapan...
Aku tak terus dan selamanya seperti ini, tapi entah mengapa mata ini tak bergeming dengan semangatnya untuk tetap menatap langit-langit kamarku.
Lampu pijar yang sedari tadi aku nyalakan pun setia menemaniku hinggaku terlelap tidur.
Selimutku tak lagi bisa hangatkan hati yang menjadi langganan kesejukan rasa, langganan kebekuan rasa, serta langganan kekosongan rasa.
Semua kejadian mendorongku, bahkan membiusku untuk tetap MENIKMATI indahnya rasa sakit.
Rasa itu hampir tak sanggup lagi ku tahan.
Tapi apa yang dapat kulakukan??!!?
Haruskah aku memulainya dengan bertanya?
Tentu tidak...
Itu hanyalah kata yang tak pantas aku sebutkan.
Kata itu hanya membuatku bertahan dengan terus bertanya TANPA usaha untuk menemukan jawaban.

Minggu, 21 November 2010

TERGANTUNG KAMU

Ketika berada di wilayah yang hanya kamu dan beberapa orang saja yang saling kenal, sementara lingkungan itu amat asing bagimu, apa yang akan kamu akukan?
haruskah semua orang akan kamu jadikan berada dilingkungannya???
Ataukah kamu akan berusaha untuk memasukkannya didalam lingkungan yang kamu dan kawanmu hadapi.
Semua ada pada tanganmu masing-masing!
Kini, aku hanya bisa berusaha memasukkan mereka dikisahku tanpa sedikitpun tahu mau mereka.
Senyum, tawa dan dukaku kuharapkan dapat juga kamu rasakan di sana, ditempatmu berada.
Mereka hanya ingin kami semua merasakan rasa yang sama, dimana KITA dapat mengeluarkan gigi sama-sama, bak orang yang lagi ikut pamer gigi.
Atau bahkan mungkin tanding paling banyak air mata, alias nangis bareng.
Entahlah, semua ada di tangan kita masing-masing.

Selasa, 02 November 2010

Aku selalu ingin seperti mereka, senyum, tertawa, menangis, canda tawa semuanya serba seperti mereka...
tapi kenapa? kenapa aku tak pernah bisa?
aku selalu hanya bisa PURA-PURA segalanya...
apa penyebab semua ini???
tak adakah yang dapat menjawab atau memberiku sedikit alasan agar aku dapat menerima semua hal yang menimpaku kini......
tapi ku sempat bahagia, karena mereka ada untuk bahagia didekatku.
aku hanya ingin bahagia dengan kalian...
tak kah kalian tahu semua yang kurasakan sekarang???
kita ingin sama-sama bahagia bukan?
tapi kenapa tak kau berikan sedikit senyum itu?
baiklah. sesukamulah...