Andai semua orang tahu arti tatapan mata, mungkin tak perlu kalimat untuk mengungkapkan segala rasa yang ada.
Jika setiap orang paham makna tatapan mata, mungkin tidak butuh lagi susunan huruf untuk kemudian dirangkai menjadi kalimat yang dapat mewakili setiap ingin hati.
Dan umpamanya seluruh orang di permukaan bumi ini maksud dari setiap tatapan mata, mungkin tak akan lagi diperlukan suara sebagai wakil dari niatan hati.
Aku, mungkin tak cuma aku, kuyakin beberapa orang diluaran sana juga adalah merupakan bagian dari orang-orang di atas. Salahkah jika hal itu terjadi? Tidak. Tentu saja tidak. Aku orang pertama yang akan protes jika tidak memahami maksud orang lain lewat tatapan mata adalah suatu kesalahan. Tidak peka mungkin salah satu alasannya. Namun, itu bukanlah suatu kesalahan yang harus di derita oleh orang tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar