Sempat ragu dengan sesuatu yang dirasakan, namun juga sempat yakin kalau rasa itu salah. Salah karena merasakan sesuatu yang harusnya tidak dirasakan. Munafiq? Ya. Aku yakin, kalau apa yang selama ini aku katakan adalah sebuah kebenaran, bahwa itu adalah munafiq. Telah banyak hal yang dilewati, banyak pula kisah yang diukir demi kesenangan semata, tapi apa boleh dibuat, kenyataannya, segala kebahagiaan yang kurasakan kini ternyata memang bukan yang sebenarnya.
Rasa yang sebenarnya telah kupendam dihati yang terdalam. Tak ingin begini sebenarnya, namun egoku memintaku untuk menjeritkan sebuah kata "TIDAK" yang terucap. Semua ini bukan hanya karena seSUKAku dsaja, tapi jauh labih penting dari itu, yaitu LINGKUNGAN.
Tempatku berpijak kini tidak menuntutku untuk berkata "IYA", meskipun harus menelap pil pahit terhadap rasa yang dipendam, tapi aku sangat berharap, bahwa langkahku ini TEPAT.
Seteguh keyakinan hatiku yang memaksa diri untuk berucap sesuatu yang berlawanan dengan kata hati.
Keputusan itu untuk selamanya, bukan hanya untuk sesaat. Aku tahu itu, bahkan sangat tahu dengan segala konsekuensi yang akan aku terima terhadap segala pilihanku.
Kini, dihatiku hanya ada Kamu.......
Kamu yang menguasai hampir seluruh suara yang berteriak keras dihatiku.
penguasaan itu membuatku rapuh, ragu, dan Limbung.
Entah, semuanya serba berat......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar