Aku dan beberapa kawanku merasa ingin menghadapi saat perubahan tahun ini dengan cara yang beda. Mungkin kebanyakan orang akan senang jika berada di suasana yang meriah dan ramai, tapi tidak demikian dengan kami.
Kami malah ingin ada di tempat yang tenang serta jauh dari hiruk-pikuk dunia yang hanya mengutamakan glamor.
Saat itu, kami hanya bisa bercerita sampai pagi. Ya, pagi. karena tidur lelap pun dimulai setelah waktu menunjukkan jam 2 lewat.
Paginya, kami justru memulai kegiatan dengan masuk hutan. Mungkin tidak akan seru bagi sebagian orang, namun tidak bagi kami. Kami justru sangat, sangat, bahkan sangat pangkat tak hingga senangnya. Memetik pakis di pinggir jalan yang kami tapaki bersama.
Tawa sesekali terlepas dari bibir kami ketika salah satu diantara kami justru menggunakan sepatu tingginya untuk masuk hutan, ditambah lagi kepeleset. uh, bukan main riangnya. Selain itu, kami juga tak lupa mengabadikan acarasederhana seperti itu dengan mematung sejenak di depan kamera. Lagi-lagi gelak tawa hadir, bagaimana tidak, ketika semua orang udah siap dengan posenya, eh si pembuat ulah justru ambil tempat yang semaknya luar biasa bahkan menutupi wajahnya. Setelah fotografer amatir selesai memotret, dan dilihatkan hasilnya, si empunya gaya aneh justru ngambek karena ia tak ada di foto. Wajar, orangnya kan ketutup semak. he.
Selesai dengan aktifitas petik-memetik pakis, kami pun menuju salah satu pondok yang sudah hampir tak berupa, cuma tinggal atapnya saja, tidak ada dinding atau lantai lagi. Disitu juga kami mulai mengabadikannya lagi. Orang yang tidak ramai membuat tingkah polah di antara kami dapat teramati dengan jelas.
Karena ingin mengabadikan semua orang dalam satu gambar, akhirnya kami memutuskan untuk mengaktifkan timer-nya.
Clek...
Selesai. Kami pun berhamburan melihatnya, ingin tahu hasilnya. Kami semua kecewa melihatnya, ternyata yang tertangkap kamera tak ada satu pun selain langit lengkap dengan awannya. Ulang lagi, itulah permintaan kami hampir serempak. Foto kedua ini tak ada yang berlarian mengejarnya, takut kecewa lagi. Hasilnya pun hampir sama dengan sebelumnya. Kami sepakat untuk mengulang sekali lagi, begitu selesai, kami pun semakin tak penasaran, tapi kenyataan sangat di luar dugaan. Hasilnya bagus. Kami pun melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah salah satu teman untuk memasak pakis tadi.
Tak lama ternyata masakan telah siap. Selesai makan kami langsung tidur. Kecapaian.
Cukup lama lelapnya, hampir 3 jam kami tertidur. Tanpa mandi lagi, kami pun pulang ke rumah masing-masing. Sudah hampir berkumandangnya adzan maghrib barulah ada bersih-bersih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar