mencoba mencari makna kehidupan dari segala yang terjadi... biarkanlah semua orang berusaha menjadi pelakon yang baik, sesuai dengan peran yang telah ditentukan.
Senin, 10 Oktober 2011
AKU
Perjalanan hidup ini membuatku enggan kembali kemasa lalu. Entah apa yang terjadi dulu, namun kuyakin dengan kesungguhan yang teramat bahwa masa lalu itu hanya akan membuka luka lamaku terbuka. Kesembuhan yang teramat lama kuobati akan sia-sia jika aku memutuskan untuk kembali. "TIDAK", sekali pun tidak. Aku mohon, jangan biarkan luka ini membuatku tergugu akan masa silam. Kesenangan dulu tidak akan pernah terulang. Kalaupun ada kebahagiaan lagi untukku, tapi aku yakin bukan yang dulu pernah kurasakan. Hemmmm....... Hampa mulai terasa saat kenangan masa lalu melintas diingatan... Darah direlung hati mulai merembes sampai pada batas terendah dalam hidupku. Sakit. Perih. Jiwa ini guncang karenanya... Limbung kini AKU. Kau yang tak pernah jauh dari sisiku, kini telah mengubah arah menjauh. Membalik haluan, putar langkah dan tak menatap. Tertunduk untuk kesekian kalinya saat raga hampir setara. Namun, apa artinya semua ini kau lakukan??? Apa maksud dari sikap yang kau ambil??? Adakah aku yang telah menjadi hantu dihadapanmu? Ataukah kau yang telah membutakan matamu untuk tak lagi menghardikku sebagai makhluk kasat mata didunia ini!!! Jauh sudah kini batas diantara kita. Jurang itu tak terlangkah lagi. Kau dengan inginmu dan aku dengan sejuta harapanku tuk dapat mencampakkanmu dari memory otakku. Aku yang tak pernah kuasa hidup berbayangkan semu senyummu. Akankah SEMUA ini rencana Tuhan untukku??? Ataukah aku yang terlalu mereka-reka kisah yang sebenarnya aku sendiri sudah tak sanggup lagi menjalaninya. Sungguh, tak tertanggung lagi beratnya derita ini. Kemanjaanku mulai memuncak saat cermin besar menampilkan wajah kusutku. Ingin rasanya aku berteriak keras. Agar Kau tahu kalau saat ini aku rapuh. Lemah dengan semua yang telah aku putuskan sendiri... Hemmmmm..... Apa ini ya Tuhan??? Begitu jauhkah aku dariMU??? Hingga Kau sadarkan aku dengan cara yang aku sendiri tak mampu membayangkannya. Hikzt.... Masih adakah pundak yang bisa menerima sandaranku? Masih adakah telinga yang mau mendengar tangisku? Masih adakah Hati yang rela ikut merasakan perihku? HAH.... Entahlah....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar